Bisnis

6 Kesalahan Memulai Bisnis yang Sering Dilakukan Pebisnis

6 Kesalahan Memulai Bisnis yang Sering Dilakukan Pebisnis

Saat ini memiliki bisnis sendiri tidaklah sesulit zaman dulu. Setiap orang, baik muda atau tua bisa menjalankan bisnisnya sendiri dengan mudah. Apalagi saat ini sudah ada teknologi yang mempermudah mereka untuk menjalankan bisnis dari mana saja dan kapan saja, dengan modal kecil hingga modal besar. Namun, meski teorinya mudah, memulai bisnis itu tidaklah semudah yang dibayangkan. Ada banyak aspek yang perlu diperhatikan agar bisnis bisa berjalan dengan maksimal dan menghasilkan keuntungan besar. Nyatanya, saat ini masih banyak orang yang menganggap memulai bisnis itu mudah tanpa memikirkan dan merencanakan bisnis itu dengan matang. Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin memulai bisnis perlu belajar dari kesalahan memulai bisnis tersebut yang sering dilakukan pebisnis pemula.

Perencanaan Bisnis Tidak Berorientasi Jangka Panjang

Setiap orang pasti sudah paham bahwa sebelum memulai bisnis maka harus memiliki rencana. Karena tanpa adanya rencana yang matang, maka bisnis tersebut berisiko mengalami kegagalan.

Namun, pada kenyataannya, pebisnis ini hanyalah membuat rencana jangka pendek dan tidak memiliki rencana cadangan. Tidak adanya perencanaan matang tentang produk, strategi pemasaran, dan berbagai jenis rencana cadangan akan membuat bisnis berjalan lambat dan  jalan ditempat.

Oleh karena itu, pastikan Anda memiliki orientasi bisnis jangka panjang sebagai investasi bisnis untuk periode waktu yang lama. Mulailah persiapkan hal-hal terkait perencanaan dengan matang sebelum usaha dimulai. Misalnya dengan menentukan jenis barang jualan, teknik marketing yang digunakan, teknik penjualan, pilih model usaha, menghitung modal, dan berbagai hal penting lainnya. Dengan perencanaan bisnis yang berorientasi jangka panjang ini, maka bisnis Anda tidak mudah tumbang dan bisa mengatasi masalah juga risiko yang terjadi di depan.

Tidak Memiliki Tujuan Bisnis yang Jelas

Ketika ingin memulai bisnis, maka selain rencana yang matang, Anda juga perlu memiliki tujuan yang jelas dan juga realistis. Dengan adanya tujuan ini maka kegiatan bisnis bisa berjalan dengan teratur dan lancar sesuai dengan rencana yang Anda buat. Sebaliknya, tanpa adanya tujuan yang jelas, maka Anda tidak akan memiliki pegangan ketika menjalankan bisnis yang nantinya akan menimbulkan masalah di kemudian hari.

Namun, pastikan dalam membuat tujuan bisnis, Anda harus membuatnya dengan realistik dan jangan terlalu ‘mengawang-awang’. Misalnya, ketika baru memulai bisnis, Anda langsung membuat tujuan bisnis go International atau dalam 2 tahun bisnis sudah harus membuat cabang di seluruh Indonesia, dan sebagainya. Bukan tidak boleh, namun Anda juga harus menyesuaikannya dengan kondisi bisnis juga keuangan Anda.

Telat Memutuskan Berbisnis

Sebenarnya tidak ada kata terlambat dalam memulai bisnis, namun yang salah adalah ketika Anda telat masuk ke dalam pasar. Misalnya, ketika Anda sudah memiliki tujuan dan perencanaan yang matang, maka jangan ragu untuk eksekusi dan mulai bisnis. Jangan sampai Anda menundanya dan didahului pebisnis lain. Semakin cepat bisnis dilakukan, maka semakin cepat juga Anda bisa mengejar pasar. Karena ketika pasar sudah dikuasai kompetitor, peluang Anda masuk dan bersaing didalamnya akan sangat sulit.

Pengelolaan Keuangan Tidak Baik

Banyak juga pebisnis pemula yang melakukan kesalahan ini. Mereka menganggap bisnisnya masih dalam skala kecil dan belum membutuhkan pengelolaan keuangan. Padahal, bisnis kecil pun sudah bisa mulai dikelola keuangannya, namun dengan sistem yang tidak terlalu rumit. Misalnya saja cukup dengan mencatat penghasilan dan pengeluaran.

Namun, ketika skala usaha meningkat, maka manajemen keuangan pun perlu ditingkatkan kembali. Dengan Pengelolaan uang yang baik akan membuat kamu bisa melihat dengan baik tentang berbagai aspek keuangan seperti laba, rugi, modal, dan lain sebagainya. Selain itu, dengan memiliki pengelolaan keuangan yang baik, perusahaan juga bisa mengambil keputusan dengan lebih akurat dan tepat.

Menutup Diri dari Saran dan Kritik

Kesalahan memulai bisnis selanjutnya adalah tidak terbuka pada saran dan kritik yang diterima. Padahal, kedua hal tersebut bisa membantu Anda untuk membangun bisnis menjadi lebih baik lagi. Jika Anda tidak bisa menerima kritik dan saran, artinya Anda adalah pebisnis yang tidak ingin berkembang dan angkuh.

Meski harus terbuka menerima kritik dan saran, Anda juga harus selektif ketika menerimanya. Abaikan bentuk kritik dan saran yang destruktif, karena tidak akan memberikan manfaat apa-apa untuk bisnis.

Tidak Langsung Mengurus Legalitas Bisnis

Kesalahan memulai bisnis terakhir yang sering disepelekan pengusaha adalah tidak mengurus legalitas bisnis. Padahal, legalitas merupakan pondasi hukum sebuah bisnis yang harus mulai diperhatikan sejak awal Anda memulai bisnis. Namun pada kenyataannya, saat ini masih banyak pebisnis yang memulai bisnisnya tanpa legalitas dan menganggap legalitas tidak terlalu penting. Padahal, bisnis tanpa legalitas bisa menghambat perkembangan bisnis di kemudian hari nanti.

Baca Juga: Kapan Legalitas Perusahaan Perlu Diurus? Cek Keuntungannya di sini!

Selain itu, legalitas bisnis juga punya peran penting yang memengaruhi keberlangsungan bisnis mulai dari melindungi bisnis dari hukum, melindungi aset pribadi, meningkatkan kredibilitas bisnis, dan masih banyak lagi.

Ada banyak bentuk legalitas yang perlu Anda urus di awal mula bisnis Anda berdiri mulai dari akta pendirian, SK Kementerian Hukum dan HAM sebagai tanda pengesahan badan hukum, NPWP, SIUP, TDP, dan sebagainya.

Jadi, apakah Anda sudah mulai mengurus masalah perizinan bisnis? Jika belum, Anda bisa mengurusnya sekarang juga dengan memanfaatkan LIBERA.id. Dengan LIBERA.id, Anda tidak perlu repot mondar-mandir dan menghabiskan banyak waktu, karena Anda akan dibantu oleh tim profesional dari tim LIBERA.id. Sehingga, Anda bisa lebih fokus mengembangkan dan menjalankan bisnis Anda!

Related Posts

Sistem OSS Mempermudah Anda Mengurus Perizinan Usaha Secara Online

Pada tahun 2017, Kementerian Koperasi dan UKM melansir data olahan BPS yang menunjukan bahwa adanya pertambahan jumlah pengusaha dari sebelumnya 1,6% menjadi 3,1% dari jumlah populasi. Terlebih dengan perkembangan digital yang semakin pesat, peluang berbisnis pun semakin besar dengan terbukanya akses untuk mencapai target pasar. Namun, meningkatnya pertumbuhan angka pengusaha di Indonesia tidak dibarengi dengan meningkatnya pengurusan legalitas usaha. Di mana, banyak pengusaha baru yang belum mengurus legalitas bisnisnya dengan dalih ribet dan menghabiskan banyak waktu.

Read more

8 Hal Penting yang Harus Ada Dalam Perjanjian Kerja Sama Pembuatan Aplikasi

Di era teknologi seperti saat ini banyak perusahaan atau bisnis yang mulai beralih dari offline ke online. Sederhananya, mereka akan mulai memasarkan bisnisnya melalui social media atau website penyedia platform marketplace. Namun, bagi bisnis yang mulai besar dan berkembang, pemanfaatan teknologi dengan membuat website maupun aplikasi untuk kepentingan branding perusahaan menjadi alternatif yang diambil.

Read more