InvestasiStartup

Konversi Utang, Salah Satu Pilihan untuk Pendanaan Startup Anda

Konversi Utang, Salah Satu Pilihan untuk Pendanaan Startup Anda

Konversi utang menjadi saham atau biasa dikenal dengan Konversi Utang merupakan salah satu instrumen investasi yang mendapat banyak perhatian pengusaha startup. 500startups, salah satu akselerator startup terkemuka di Amerika Serikat menyampaikan bahwa beberapa tahun belakangan ini, konversi utang menjadi salah satu instrumen investasi yang umum digunakan oleh startup karena memiliki karakteristik yang sederhana dan terjangkau.

Konversi Utang merupakan bentuk investasi di mana investor dapat mengonversikan piutang yang ia miliki terhadap suatu perusahaan menjadi saham dalam jangka waktu tertentu dan pada harga tertentu yang telah disepakati dalam suatu perjanjian. Banyak alasan yang menyebabkan investor maupun perusahaan tertarik untuk menggunakan metode ini, diantaranya adalah kepastian investasi karena utang akan dikonversi menjadi saham pada jangka waktu atau keadaan tertentu, dan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sebelum waktu yang ditentukan, investor dapat menagih utang tersebut. Namun, sebelum memutuskan untuk menggunakan konversi utang, ada baiknya jika Anda memerhatikan beberapa hal mengenai Konversi Utang agar Anda tidak salah memilih metode investasi yang tepat untuk startup Anda. Karena jika salah memilih, bisa jadi investasi tersebut akan merugikan bagi startup Anda di kemudian hari.

 

Baca juga: 5 Cara Mendapatkan Pendanaan bagi Startup Anda

 

Hanya Dapat Dilakukan Oleh Badan Usaha PT

Jika Anda tertarik untuk melakukan konversi utang, pastikan bisnis Anda telah berbadan hukum perseroan terbatas (PT). Karena konversi utang hanya dapat dilakukan pada badan usaha berbentuk PT, di mana PT adalah satu-satunya badan usaha yang seluruh modalnya terbagi dalam bentuk saham. Jadi, jika Anda tertarik menggunakan metode ini untuk menambah modal dan mengembangkan bisnis Anda, pastikan Anda telah mendirikan badan usaha dalam bentuk PT.

 

Nilai dan Valuasi Perusahaan

Sesuai dengan namanya, startup merupakan perusahaan yang baru dirintis dengan model bisnis yang masih diuji coba. Sehingga umumnya startup yang baru didirikan belum memiliki pelanggan, pendapatan, maupun aset perusahaan. Jika Anda ingin menggunakan konversi utang sebagai metode pendanaan startup, maka investor akan melihat nilai atau valuasi startup Anda di masa depan, karena pada umumnya startup yang baru didirikan saat ini belum memiliki nilai. Melalui konversi utang, investor dapat menentukan perkiraan nilai perusahaan di kemudian hari dan perusahaan mendapatkan pembiayaan melalui utang di awal perkembangan usaha tanpa adanya aset yang perlu diberikan sebagai jaminan. Penentuan nilai perusahaan ini dapat dilakukan selama jangka waktu yang tersedia sebelum utang dikonversi. Karena itu, konversi utang menjadi salah satu metode pendanaan yang banyak dipilih oleh startup, karena perusahaan bisa mendapatkan pembiayaan yang cepat pada tahap awal dan juga dipilih oleh investor karena perkembangan startup lebih dinamis dan cepat jika dibandingkan dengan perusahaan tradisional lainnya sehingga keuntungan yang dapat diperoleh investor pun lebih cepat dan cenderung lebih besar.

 

Interest atau Bunga

Sebagaimana utang pada umumnya, startup Anda sebagai debitor dan investor sebagai kreditor dapat menyepakati adanya bunga dengan persentase tertentu yang akan diperoleh investor. Perbedaan antara utang pada umumnya dan utang yang diperoleh dengan hak konversi, bunga akan ditambahkan pada jumlah utang pokok yang nantinya dikonversi menjadi saham. Dengan cara ini, maka nilai bunga akan meningkatkan jumlah saham yang nantinya dapat diambil oleh investor.

 

Conversion Discount dan Valuation Cap

Dalam konversi utang, terdapat dua karakteristik yang membedakan konversi utang dengan utang pada umumnya, yaitu adanya conversion discount dan valuation cap. Keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu memungkinkan investor untuk mengonversi piutang dan bunganya pada harga yang lebih rendah atau dengan harga yang sama namun mendapatkan jumlah saham lebih banyak dibandingkan dengan investor lainnya yang mendapatkan saham tanpa melalui mekanisme konversi utang. Untuk lebih jelasnya, berikut perbedaan keduanya:

 

  • Conversion Discount

 

Conversion discount digunakan untuk memberikan diskon (potongan harga) atas harga pembelian saham yang dibayar oleh investor pada saat jatuh tempo. Dengan kata lain, investor akan memperoleh penawaran harga yang lebih murah untuk membeli saham di startup Anda jika dibandingkan dengan investor yang baru akan membeli saham tersebut.

Sebagai contoh, harga saham per lembar startup Anda adalah Rp4.000 dan investor mendapatkan diskon 20% (dua puluh persen) untuk membeli saham tersebut sehingga investor hanya perlu membayar sebesar Rp3.200, untuk membeli 1 (satu lembar) saham. Tentunya dengan skema ini, investor akan mendapatkan kesempatan membeli lembar saham dengan jumlah lebih banyak namun dengan harga yang lebih murah.

 

  • Valuation Cap

Selain itu, dikenal juga istilah valuation cap atau batas nilai maksimum dari perusahaan pada saat utang dikonversi.  Dengan valuation cap, maka penentuan harga per saham dihitung berdasarkan pembagian batas maksimum nilai perusahaan dengan valuasi perusahaan pada pendanaan tahap selanjutnya. Valuation cap ini akan memberikan keuntungan bagi investor untuk memperoleh jumlah saham yang lebih banyak dari investor baru pada pendanaan tahap selanjutnya namun dengan harga yang sama.

Misalnya, jika batas nilai perusahaan yang tercantum pada perjanjian utang piutang dengan hak konversi adalah USD 2.000.000,- namun ternyata nilai perusahaan pada saat pendanaan tahap selanjutnya adalah USD 4.000.000,- dengan harga per saham yang akan dibeli investor baru sebesar USD 1. Maka penghitungannya adalah:

2.000.000 : 4.000.000 = 0.50

Dengan demikian, harga per saham yang diperoleh investor lama adalah USD 0.50,- sehingga investor lama akan memperoleh saham pada startup Anda 2 kali lebih banyak dari investor baru, namun dengan harga yang sama.

 

Menurut Undang-Undang Perseroan Terbatas

Secara hukum, konversi utang telah diatur dalam Pasal 35 Undang-Undang No. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas, di mana kreditur yang memiliki tagihan terhadap perusahaan dapat menggunakan hak tagihnya untuk mendapatkan kompensasi kewajiban atas utangnya dengan setoran saham. Hak tagih yang dimaksud dapat timbul dari utang perusahaan yang diperoleh dari investor. Dengan kata lain, investor sebagai kreditur dapat mengonversi utang yang diberikan kepada startup Anda menjadi setoran saham sehingga investor akan berubah status dari kreditur menjadi pemegang saham.

Namun, untuk dapat melakukan konversi utang, Anda harus terlebih dahulu memperoleh persetujuan rapat umum pemegang saham perusahaan, karena konversi utang akan memengaruhi hak-hak pemegang saham lainnya, oleh karena itu sewajarnya hal ini harus disetujui terlebih dahulu oleh seluruh pemegang saham perusahaan. Salah satu contoh dampak dari konversi utang adalah adanya pengurangan terhadap saham dari pemegang saham yang telah ada dalam perusahaan dengan masuknya investor sebagai pemegang saham baru melalui konversi utang. Hal ini dinamakan dengan istilah dilusi saham.

Sebagai konsekuensi hukum dari konversi utang, investor yang tadinya memiliki posisi sebagai kreditur, secara otomatis menjadi pemegang saham di perusahaan setelah utang dikonversi menjadi saham. Konsekuensinya, hak-hak pemegang saham sesuai dengan anggaran dasar perusahaan dan peraturan perundang-undangan juga berlaku terhadap investor tersebut setelah utang dikonversi.

 

Demikianlah beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai konversi utang sebagai salah satu metode pendanaan atau pembiayaan bagi startup. Memahami metode ini memang tidak sesederhana penyetoran saham atau utang piutang pada umumnya. Karena pada dasarnya metode ini menggabungkan kedua konsep tersebut dan jangan sampai pendanaan dengan menggunakan konversi utang malah merugikan startup Anda di kemudian hari.

Selain konversi utang, ada banyak lagi metode pendanaan yang bisa Anda pilih, seperti pinjaman, saham, ventura debt, dan sebagainya. Untuk mempermudah Anda menentukan metode pendanaan yang cocok bagi bisnis, Anda dapat melakukan konsultasi hukum terlebih dahulu melalui Libera.id. Di Libera.id, Anda dapat melakukan konsultasi hukum secara gratis. Bukan hanya itu, Libera juga akan membantu Anda menyediakan seluruh dokumen perjanjian atau kontrak sesuai dengan yang dibutuhkan bisnis startup Anda.

Libera Ads Landscape small v1

Related Posts

Aspek Hukum e-Commerce & Jual Beli Online yang Harus Anda Ketahui

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang diambil selama periode Maret hingga 2019 menemukan bahwa jumlah pengguna Internet di Indonesia meningkat hingga 10,12%. Banyaknya pengguna Internet di Indonesia ini membuat bisnis e-commerce atau jual beli online semakin berkembang. Meningkatnya angka jual beli secara online ini secara tidak langsung juga berdampak terhadap perkembangan aturan-aturan hukum. Sebelum Anda menjalankan bisnis online atau melakukan transaksi online, di bawah ini merupakan beberapa aspek hukum e-commerce dan jual beli secara online atau elektronik yang harus Anda ketahui.

Read more

Perselisihan dengan Rekan Bisnis, Begini Cara Penyelesaiannya Secara Hukum!

Suatu bisnis dapat berkembang dengan baik jika didalamnya terdapat hubungan kerja sama yang sehat antara pemilik bisnis dan rekan bisnis lainnya, baik supplier, klien, ataupun investor. Kerjasama yang baik hanya dapat terjalin ketika Anda dan rekan bisnis Anda memiliki sikap profesional dan tanggung jawab untuk mencapai tujuan bisnis masing-masing. Misalnya, Anda membutuhkan supplier untuk membantu Anda menyuplai stok barang atau kebutuhan perusahaan, dan supplier juga membutuhkan Anda untuk mendapatkan pendapatan bisnisnya.

Read more