Bisnis

Pentingnya Staf Legal Officer di Perusahaan, Bisa Cegah Risiko Hukum hingga Bantu Perizinan

Legalitas menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan pemilik bisnis dan manajemen perusahaan ketika menginginkan bisnis dan perusahaan tersebut berkembang. Melalui legalitas inilah, perusahaan bisa mendapat perlindungan hukum serta kesempatan untuk mengembangkan bisnisnya menjadi lebih besar. Perusahaan dengan legalitas juga bisa membuat bisnis menjadi lebih profesional dan meningkatkan kredibilitas bisnis di mata konsumen, mitra, investor, bank, hingga karyawan. Selain itu, legalitas juga menjadi bentuk dari ketaatan perusahaan terhadap aturan hukum yang berlaku di Indonesia. 


Untuk mentaati hukum bisnis ini menjadi sulit ketika pemilik bisnis maupun manajemen perusahaan tidak mengetahui hukum yang berlaku di Indonesia. Oleh karena itu, perusahaan butuh tim legal di perusahaan yang akan membantu perusahaan untuk mengurus segala permasalahan legalitas mulai dari mengurus perizinan, membuat perjanjian, hingga mengurus sengketa bisnis di kemudian hari. Tim legal di dalam perusahaan ini sering disebut dengan legal officer. Tahukah Anda apa fungsi mereka di perusahaan? Kenapa perusahaan sangat memerlukan karyawan di bidang tersebut?

Apa Itu Legal Officer?

Legal officer merupakan seorang individu atau sesosok orang yang memiliki tanggung jawab penuh atas segala permasalahan hukum di perusahaan. Seorang legal officer bertugas untuk menjaga perusahaan dari masalah hukum baik yang terjadi secara internal maupun eksternal.

Umumnya, legal officer dapat dipekerjakan  secara langsung oleh perusahaan, agensi, dan jenis perusahaan lainnya. Umumnya, mereka akan melapor secara langsung kepada anggota staf tingkat atas, seperti kepala staf hukum atau chief legal officer, bahkan ada juga yang langsung ke pihak BOD atau Direktur. Biasanya ini terjadi ketika bisnis tersebut masih baru berjalan atau startup.

Fungsi Legal Officer dalam Perusahaan

Legal officer memiliki peran penting di dalam perusahaan. Seperti yang sudah sedikit dibahas di atas bahwa tim legal bertanggung jawab mengurus masalah legalitas perusahaan, salah satunya izin usaha. Tanpa adanya izin usaha ini operasional perusahaan tidak bisa berjalan dengan baik. Pasti ada rasa kekhawatiran bisnis tersebut ditutup karena tidak mengantongi izin usaha.

Selain itu, tanpa adanya izin usaha, perusahaan juga tidak bisa berkembang dan jalan ditempat, misalnya saja perusahaan tidak bisa mengikuti proyek atau tender besar. Karena proyek atau tender besar membutuhkan legalitas sebagai persyaratan mengikuti tender.

Bukan hanya masalah perizinan, mereka juga berperan penting dalam mengurus segala dokumen, legalitas, perizinan, dan masalah hukum lainnya di dalam internal atau external perusahaan. Sehingga kedepannya perusahaan bisa terus beroperasi tanpa terlibat masalah hukum.

Kedudukan Legal Officer dalam Perusahaan

Di dalam perusahaan, legal officer berkedudukan langsung di bawah Direksi dan Staf ahli Direksi. Dengan posisi ini, mereka bisa lebih mudah berkoordinasi dengan bagian internal perusahaan, seperti akunting, marketing, HRD, dan internal audit.

Karena kedudukannya yang strategis, maka segala informasi tentang perusahaan pasti diketahui tim legal officer, oleh karena itu perusahaan perlu berhati-hati ketika memilih dan merekrut legal officer.

Peran & Tanggung Jawab Legal Officer di Dalam & Luar Perusahaan

Dengan memiliki tim legal di dalam perusahaan, maka legal officer bisa menjadi alarm yang dapat langsung mendeteksi adanya masalahan hukum di Internal Perusahaan, sehingga bisa langsung diatasi tanpa menunggu waktu yang lama.

Secara eksternal, seorang legal officer juga menjadi penghubung antara perusahaan dengan pihak eksternal perusahaan ketika terjadi kerja sama. Untuk memastikan kerja sama dengan pemerintah, legal officer bertugas untuk memastikan seluruh perizinan perusahaan telah terpenuhi, lalu membuat daftar perizinan bersama dengan konsep pengajuannya untuk disetorkan kepada Instansi pemerintahan. Sedangkan ketika ingin bekerja sama dengan pihak swasta seperti vendor atau mitra bisnis, legal officer bertugas dan bertanggung jawab untuk menyiapkan kontrak atau perjanjian kerja sama dan memonitornya.

Tugas Legal Officer

Tidak hanya mengurus perizinan, membuat perjanjian bisnis, dan membantu permasalahan hukum bisnis, seorang legal officer juga memiliki beberapa tugas yang tidak kalah penting. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan dijabarkan beberapa tugas utama mereka di dalam perusahaan. 

Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan dijabarkan beberapa tugas utama legal officer di dalam perusahaan.

a. Tugas Utama

Seorang legal officer setidaknya memiliki 3 (tiga) tugas utama yang perlu dilakukan seperti:

  • Sebagai Advokat Perusahaan: mewakili perusahaan jika terjadi masalah di Pengadilan;
  • Sebagai Pelaksana Perusahaan: menyiapkan dan mengurus perizinan serta dokumen lainnya baik untuk internal maupun eksternal Perusahaan.
  • Sebagai Konsultan Hukum Perusahaan: memberikan nasihat atau saran mengenai hukum kepada pemimpin perusahaan.

b. Tugas Harian 

Selain tugas utama, seorang legal officer juga memiliki tugas harian yang perlu mereka selesaikan. Apa saja itu?

1. Memberikan nasihat hukum

Legal officer bertanggung jawab untuk memberikan pengarahan kepada direksi terkait masalah hukum, potensi risiko, dan tindakan apa yang perlu diambil ketika terjadi masalah. Mereka juga perlu memberikan pertimbagan atas semua kemungkinan risiko sebelum membuat rekomendasi apapun.

Setelah itu, mereka bisa memberikan nasihat hukum ini dalam bentuk lisan ataupun tulisan kepada dewan direksi dengan bahasa yang mudah dipahami. Jika terdapat bahasa hukum yang sulit, mereka juga perlu menerjemahkan istilah tersebut dan menjelaskannya kepada dewan direksi.

2. Mengelola dokumen legal

Seorang legal officer juga bertanggung jawab untuk mengelola seluruh dokumen legal milik perusahaan. Mereka sering menulis dan mengecek dokumen seperti kontrak kerja, perjanjian partnership, sertifikat saham, dan lain-lain.  Di mana, pekerjaan dan tanggung jawab ini membutuhkan fokus dan tingkat ketelitian tinggi.

3. Melakukan riset

Regulasi dan peraturan pemerintah seringkali mengalami perubahan. Oleh karena itu, seorang legal officer diwajibkan untuk aktif meneliti sumber daya hukum seperti artikel, undang-undang, dan keputusan pengadilan. Hal ini perlu dilakukan, agar perusahaan tetap bisa mengikuti perkembangan regulasi, sehingga permasalahan hukum dapat dikelola dengan baik.

4. Mengidentifikasi risiko

Idealnya, segala permasalahan hukum bisnis adalah risiko yang harus dihentikan sebelum terjadi. Oleh karena itu, staf legal officer diperlukan di perusahaan untuk menganalisis tindakan dan keputusan perusahaan untuk mengidentifikasi risiko yang bisa timbul karena permasalahan hukum. Setelah proses identifikasi selesai, legal officer juga diwajibkan untuk memberi saran agar perusahaan bisa terhindar dari risiko yang ditemukan.

5. Mengadakan sosialisasi

Ketika perusahaan mengalami masalah hukum yang cukup besar, tugas legal officer adalah mengadakan sosialisasi dan pengarahan. Staf legal officer perlu memberikan penyuluhan terkait hal-hal yang perlu dihindari agar reputasi perusahaan bisa terjamin. Dengan sosialisasi yang terarah, perusahaan dapat menyelesaikan masalah hukum dengan lebih cepat.

Itulah beberapa hal mengenai legal officer, mulai dari fungsinya, peran, tanggung jawab, hingga tugas-tugas yang perlu mereka selesaikan. Namun, untuk merekrut staf legal officer tidak bisa sembarangan. Karena ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Apalagi mereka harus bertanggung jawab untuk tidak membocorkan segala macam informasi perusahaan dan membantu segala macam masalah bisnis.

Namun, kini Anda tidak perlu khawatir, karena sekarang Anda bisa memanfaatkan layanan legal officer tepercaya dari LIBERA.id. Alih-alih mempekerjakan satu orang legal officer, Anda bisa mendapatkan tim profesional hukum dari LIBERA.id dengan biaya yang sama. Jadi tunggu apalagi? Manfaatkan layanan hukum dari LIBERA.id sekarang!

Related Posts

Contoh & Cara Pembuatan Kontrak yang Benar Menurut Hukum yang Berlaku

Sebagai pemilik bisnis, kontrak sudah menjadi makanan sehari-hari. Di mana, hampir seluruh kegiatan bisnis dilakukan melalui pembuatan kontrak. Namun, masih banyak juga pemilik bisnis yang masih menganggap kontrak sebagai formalitas dan hanya dianggap sebagai bukti kesepakatan antara kedua belah pihak apabila terjadi sengketa dan masalah di kemudian hari, tanpa memahami dengan benar isi dalam kontrak. Padahal, suatu kontrak dalam bisnis memiliki fungsi sebagai aturan yang mengatur para pihak dalam kontrak, agar bisnis yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar.

Read more