KetenagakerjaanKontrak

Perjanjian Karyawan Kontrak Diperpanjang 2 Kali, Apakah Bisa?

Perjanjian Karyawan Kontrak Diperpanjang 2 Kali, Apakah Bisa?

Memiliki karyawan kontrak menjadi pilihan banyak pengusaha, khususnya di Indonesia. Selain tidak terbebani dengan berbagai kewajiban bagi pengusaha ketika melakukan pemutusan hubungan kerja, karyawan kontrak memiliki jangka waktu kerja yang relatif singkat, sehingga dapat digantikan dengan mudah. Meski begitu, Anda tidak boleh asal merekrut karyawan kontrak tanpa mengetahui hukum yang berlaku. Ada beberapa ketentuan yang mengatur tentang karyawan kontrak di Indonesia. Apabila tidak dipenuhi, status kontrak tersebut dapat berubah demi hukum menjadi karyawan tetap. Di bawah ini adalah beberapa ketentuan yang harus Anda ketahui mengenai hukum karyawan kontrak.

Maksimal Perjanjian Karyawan Kontrak adalah 2 Tahun

Perjanjian karyawan kontrak memiliki jangka waktu maksimal, yaitu 2 (dua) tahun di kontrak pertama, dan 1 (satu) tahun di kontrak kedua. Dengan kata lain, perjanjian karyawan kontrak dapat diperpanjang 1 (satu) kali untuk jangka waktu 1 (satu) tahun kerja. Menurut Pasal 59 Ayat (4), Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, “Perjanjian kerja waktu tertentu yang didasarkan atas jangka waktu tertentu dapat diadakan untuk paling lama 2 (dua) tahun dan hanya boleh diperpanjang 1 (satu) kali untuk jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun”.

Jika Anda melakukan perpanjangan lebih dari 2 (dua) kali, maka Anda telah melanggar hukum yang berlaku di Indonesia. Yang dimaksud perpanjangan di sini adalah menambah jangka waktu berlakunya kontrak, tanpa harus mengubah syarat dalam kontrak yang sudah ada.

 

Memberitahukan Pembaruan Kontrak, Maksimal 7 Hari Sebelum Kontrak Berakhir

Sebagai pemilik bisnis yang baik, Anda juga harus memerhatikan kontrak karyawan Anda, kapan kontrak mereka akan habis dan bagaimana status mereka setelah kontrak habis? Menurut Pasal 59 ayat (5), UU Ketenagakerjaan disebutkan bahwa, “Pengusaha yang bermaksud memperpanjang perjanjian kerja waktu tertentu tersebut, paling lama 7 (tujuh) hari sebelum perjanjian kerja waktu tertentu berakhir telah memberitahukan maksudnya secara tertulis kepada pekerja/buruh yang bersangkutan”.

Jadi, sebelum masa kontrak karyawan habis, Anda harus memikirkan dengan matang mengenai status karyawan Anda, apakah akan diperpanjang, dijadikan karyawan tetap, atau bahkan diberhentikan. Jika Anda tidak memberikan informasi selambat-lambatnya 7 hari sebelum kontrak berakhir, Anda berarti telah melanggar peraturan yang berlaku.

 

Membuat Kontrak Baru,  30 Hari Setelah Kontrak Lama Berakhir

Jika Anda telah melakukan perpanjangan kontrak dan berniat untuk tetap mempekerjakan karyawan, Anda dapat melakukan pembaharuan kontrak kerja dengan karyawan Anda. Namun, pembaharuan ini hanya dapat dilakukan sebanyak 1 (satu) kali dan setelah melebihi masa tenggat waktu, yaitu 30 hari. Hal ini sesuai dengan Pasal 59 ayat (6), UU Ketenagakerjaan yang berbunyi “Pembaruan perjanjian kerja waktu tertentu hanya dapat diadakan setelah melebihi masa tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari berakhirnya perjanjian kerja waktu tertentu yang lama, pembaruan perjanjian kerja waktu tertentu ini hanya boleh dilakukan 1 (satu) kali dan paling lama 2 (dua) tahun.” Dan perlu diketahui bahwa pembaharuan yang dimaksud adalah diadakannya suatu perjanjian kerja baru antara Anda dengan karyawan.

 

Bagaimana Jika Perusahaan Memperpanjang Kontrak Lebih dari 2 Kali?

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa perjanjian kerja untuk karyawan kontrak tidak dapat diperpanjang sebanyak 2 (dua) kali dan Anda hanya boleh memperpanjang kontrak 1 (satu) kali dan jangka waktu maksimal kontrak kedua adalah 1 (satu) tahun.

Jika Anda melakukan perpanjangan kontrak yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yg berlaku, perjanjian kerja yang Anda buat tetap sah. Namun, Pasal 59 Ayat (7) UU Ketenagakerjaan menjelaskan bahwa konsekuensi dari pelanggaran tersebut adalah perjanjian kerja tersebut dapat berubah menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu demi hukum. Dengan kata lain, yang pada awalnya status karyawan Anda adalah kontrak, akan berubah otomatis menjadi karyawan tetap jika Anda memperpanjang perjanjian kerja sebanyak 2 kali. Dan jika status kontrak berubah menjadi tetap, Anda berkewajiban untuk memenuhi hak-hak karyawan tersebut selayaknya karyawan tetap, termasuk membayar pesangon ketika Anda melakukan pemutusan hubungan kerja.

Selain masalah jangka waktu kontrak, Anda juga harus memerhatikan isi yang tertera di dalam kontrak, apakah sudah sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku? Anda harus melakukan pengecekan terhadap kontrak karyawan Anda, mulai dari Pasal pemutusan hubungan kerja, tunjangan hari raya (THR), cuti, dan jaminan kesehatan lainnya. Jadi, mulai sekarang cobalah untuk perhatikan secara detail kontrak karyawan Anda. Libera merupakan solusi pembuatan kontrak yang tepercaya. Dengan Libera.id, Anda dapat menanyakan semua masalah hukum kontrak yang Anda alami secara GRATIS. Jadi tunggu apalagi? Percayakan kontrak karyawan Anda dengan Libera.id sekarang!

Related Posts

Memiliki Bisnis Rental Mobil? Lindungi Bisnis dengan Surat Perjaanjian Sewa Mobil

Kebutuhan akan kendaraan roda empat kini semakin meningkat, terutama di kota-kota besar. Selain sebagai mata pencarian bagi sopir atau driver online, mobil juga dibutuhkan ketika ingin pergi berlibur bersama keluarga ataupun menghadiri meeting. Hal inilah yang membuat bisnis rental mobil menjadi salah satu peluang yang banyak diminati oleh pelaku bisnis. Namun, ketika Anda menjalankan bisnis rental mobil, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, salah satunya syarat ketentuan yang diberlakukan dalam sewa menyewa mobil. Disinilah Anda membutuhkan surat perjanjian sewa mobil. Di bawah ini, LIBERA akan menjelaskan serba serbi perjanjian sewa mobil yang harus Anda ketahui dan perhatikan jika tidak ingin bisnis Anda merugi.

Read more

6 Tips yang Harus Diperhatikan Sebelum Melakukan Pinjaman Modal Bisnis

Modal menjadi aspek terpenting ketika Anda ingin mengembangkan bisnis. Sebuah penelitian dari Universitas Tennessee menemukan bahwa 25% bisnis akan gagal setelah 1 tahun, kemudian berlanjut 35% setelah tahun kedua. Kegagalan ini akan menjadi lebih besar lagi di tahun ketiga, yaitu mencapai 44%. Di mana, salah satu faktor penyebab kegagalannya adalah kurangnya modal usaha. Survei yang dilakukan di UCLA, NYU, dan Texas University juga menemukan bahwa bisnis dengan pinjaman modal dapat mempertahankan bisnisnya hingga 50%. Sedangkan, bisnis yang tidak mengajukan pinjaman memiliki tingkat kegagalan bisnis hingga 70%.

Read more