BisnisKontrak

5 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Dalam Perjanjian Kerja Sama Influencer

5 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Dalam Perjanjian Kerja Sama Influencer

Penggunaan social media kini semakin berkembang dan memunculkan banyak peluang bagi orang-orang baru yang ingin eksis dan dikenal banyak orang. Hanya bermodal jumlah followers yang banyak dan engagement seperti like, comment, atau views yang baik, mereka bisa menjadi role model bagi masyarakat di Indonesia. Orang-orang inilah yang dikenal dengan sebutan “influencer” yang tugasnya “memengaruhi” target konsumen untuk menggunakan produk atau jasa merek tertentu. Mengutip dari artikel yang dipublikasikan oleh Adweek.com, 92% konsumen percaya dengan rekomendasi dari teman, keluarga, atau bahkan orang lain yang tidak dikenal secara personal dibanding dengan iklan produk itu sendiri.

 

Melihat pengaruhnya yang besar, banyak pebisnis yang memanfaatkan jasa influencer untuk mempromosikan produknya, terutama bagi pebisnis yang menawarkan produk untuk konsumen akhir seperti makanan, skincare, dan lainnya.  Namun, baru-baru ini social media sedang heboh dengan kasus salah satu influencer yang meminta produk secara gratis dan membayarnya dengan memberikan post di akun social media-nya. Apakah hal tersebut sebanding dengan modal yang Anda keluarkan untuk menggunakan jasa influencer tersebut? Hal apa saja yang perlu dinegosiasikan dengan influencer agar mendapatkan hasil yang saling menguntungkan terutama bagi bisnis Anda? Disinilah LIBERA akan memberikan Anda beberapa tips yang harus Anda lakukan ketika akan bekerja sama dengan influencer, termasuk cara membuat surat perjanjian kerja sama dengan influencer. Apa saja yang harus diperhatikan? Cek langsung tipsnya di bawah ini.

 

Pilih Influencer Sesuai dengan Target Konsumen Produk atau Jasa yang Anda Jual

Banyak pebisnis yang memilih influencer hanya berdasarkan jumlah followers yang besar. Padahal, tidak semua influencer dengan jumlah followers tinggi memiliki “impact” bagi bisnis. Hal ini biasanya terjadi karena perbedaan target konsumen Anda dengan followers yang mereka miliki. Misalnya bisnis Anda bergerak di bidang restoran cepat saji yang khusus menyajikan makanan Korea. Maka, Anda dapat mencari influencer penggemar Korea khususnya makanan Korea yang umurnya sesuai dengan target konsumen Anda. Sehingga, followers dari influencer tersebut sebagian besar adalah target konsumen bisnis Anda dan kampanye marketing yang Anda jalankan lebih tepat sasaran.

Jadi, sebelum memutuskan influencer mana yang akan digunakan, ada baiknya Anda melakukan riset terlebih dahulu mengenai influencer tersebut. Untuk menemukan influencer yang tepat bagi bisnis, Anda bisa menggunakan rumus 3R yaitu:

  1. Relevance (relevansi). Influencer sharing konten dan mengembangkan hal yang relevan dengan bisnis dan target audience Anda.
  2. Reach (jangkauan). Jumlah orang yang secara potensial dapat dijangkau melalui influencer (followers mereka) dan mampu memberi nilai bagi bisnis Anda.
  3. Resonance (resonansi). Tingkat engagement potensial yang dapat diciptakan dengan audience, serta relevan dan bernilai untuk produk Anda.

Setelah mempertimbangkan rumus tersebut, cobalah Anda menjawab beberapa pertanyaan berikut.

  1. Siapa target bisnis Anda atau siapa yang ingin Anda jangkau?
  2. Siapa orang yang sangat dikagumi dan dipercaya oleh (calon) konsumen dan komunitas Anda?

Jika kedua pertanyaan tersebut dapat Anda jawab dengan mudah, Anda juga akan lebih mudah menemukan influencer yang tepat bagi bisnis Anda.

 

Buat Perjanjian Kerja Sama dalam Jangka Panjang dengan Influencer

Menurut Camilla Steman, Influencer sekaligus mantan Marketing Manager Yelp, saat ini Influencer Marketing sudah harus disebut sebagai Influencer Relations. Di mana, peran influencer bukan lagi sebagai ‘marketing’, melainkan mengarah kepada pembentukan hubungan dengan influencer. Camilla juga menyebutkan bahwa saat ini influencer hanya dibutuhkan untuk sebuah kampanye, padahal sebuah brand membutuhkan jangkauan yang lebih. Sehingga, ada baiknya ketika Anda ingin menggunakan jasa influencer, buatlah perjanjian kerja sama dalam jangka panjang. Hal ini akan berdampak baik dan dapat menciptakan kredibilitas yang tinggi bagi brand atau produk tersebut.

 

Libatkan Influencer sebagai Bagian dari Customer Journey

Banyak bisnis yang menggunakan influencer untuk meningkatkan penjualan dan pembelian tanpa memerhatikan aspek lain yang ternyata penting. Di mana, seharusnya influencer merupakan orang yang mendampingi konsumen dan menjadi bagian dari customer journey. Mulai dari brand awareness, pemasaran dan penjualan, keputusan pembelian, hingga dorongan bagi konsumen melakukan repurchase atau bahkan merekomendasikan produk tersebut kepada orang lain. Jadi, ketika Anda ingin menggunakan jasa influencer, berilah mereka kebebasan untuk mempromosikan produk Anda selama tidak melanggar batas-batas yang Anda tetapkan.

Mintalah influencer tersebut untuk menceritakan produk dan brand Anda dengan gaya khas mereka untuk membuat target konsumen tertarik dan masuk ke dalam cerita yang mereka sampaikan di social media. Hal ini bisa lebih mudah untuk dilakukan melalui video yang berisi review terhadap produk Anda.

 

Negosiasikan Biaya dengan Detail

Setelah melakukan riset mengenai tipe influencer yang cocok dengan produk dan brand Anda, biaya merupakan hal yang perlu disepakati dari awal sebelum kerja sama dilakukan. Biasanya, biaya influencer dihitung berdasarkan jenis post, berapa kali post tersebut diunggah, dan di platform apa saja produk Anda dipasarkan. Semakin banyak dan sering post tersebut, maka biayanya pun semakin mahal.

Namun, tidak menutup kemungkinan apabila ada influencer yang tidak dibayar dengan menggunakan uang, namun dengan imbalan lain, misalnya dengan cara-cara berikut ini:

  1. Mengirim sampel produk kepada influencer secara gratis untuk di-review dan meminta mereka untuk berbagi foto atau video tentang diri mereka yang telah dan sedang menggunakan produk Anda;
  2. Menawarkan influencer untuk bertukar post, misalnya influencer menjadi penulis tamu di blog perusahaan Anda, sebaliknya perusahaan Anda juga menjadi penulis tamu di blog influencer; atau
  3. Mengirim produk untuk digunakan influencer sebagai hadiah atau giveaway untuk followers influencer tersebut berdasarkan lomba yang dibuat oleh influencer. Hal ini akan menguntungkan bagi Anda maupun influencer karena bagi influencer tentunya akan meningkatkan engagement dari followers serta jumlah followers. Sedangkan bagi Anda, produk Anda dapat lebih dikenal oleh target konsumen dan dapat langsung dicoba oleh konsumen.

 

Buat Surat Perjanjian Kerja Sama

Tahap selanjutnya setelah Anda berhasil melakukan negosiasi sesuai dengan kesepakatan yang diinginkan, Anda perlu mencantumkan hal-hal yang telah disepakati ke dalam surat perjanjian kerja sama. Sama halnya dengan perjanjian kerja sama lainnya, perjanjian dengan influencer juga berisi mengenai kesepakatan yang mengatur hak dan kewajiban para pihak. Misalnya, influencer menawarkan untuk mengunggah 2 post berupa foto di instagram sebanyak seminggu sekali yang akan berlangsung selama 1 bulan. Berarti, influencer tersebut memiliki kewajiban untuk mengunggah post sesuai dengan waktu yang ditentukan dan standar yang diminta oleh Anda sebagai pemilik brand. Adapun sebagai pengguna jasa influencer, Anda memiliki kewajiban untuk membayar biaya jasa kepada influencer setelah influencer melaksanakan kewajibannya.

 

Membuat surat perjanjian kerja sama mungkin menjadi hal yang sulit, terutama bagi pemilik bisnis yang belum memahami risiko-risiko yang mungkin terjadi di kemudian hari. Apalagi ketika Anda menggunakan influencer, risiko terhadap reputasi brand dan produk yang Anda jual lebih tinggi. Jika reputasi brand Anda rusak karena influencer, maka Anda bisa kehilangan kepercayaan target konsumen dan berpengaruh terhadap penjualan Anda. Oleh karena itu, LIBERA hadir untuk membantu Anda mengurangi risiko yang terjadi lewat perjanjian kerja sama tersebut. Dengan LIBERA, Anda akan mendapatkan template perjanjian kerja sama yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda. Selain itu, Anda juga dapat melakukan konsultasi hukum secara gratis dengan profesional yang kredibel sehingga dapat  membantu Anda menemukan solusi dari setiap masalah hukum bisnis. Jadi, segera buat perjanjian kerja sama bisnis Anda di LIBERA.id sekarang dan siaplah untuk memiliki bisnis yang berkembang dan terlindungi.

Libera Ads Landscape small v1

Related Posts

Bisnis Terlindungi dengan Memastikan Poin Berikut Ada Dalam Perjanjian Waralaba

Menjalankan bisnis waralaba menjadi salah satu alternatif bisnis yang dipilih sebagian pengusaha. Di mana, dengan memilih bisnis waralaba, Anda tidak perlu lagi memikirkan produk apa yang ingin dijual atau bagaimana memasarkannya, karena semuanya telah diatur oleh pemilik waralaba. Menurut Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 2007 tentang Waralaba (PP 42/2007), waralaba merupakan hak khusus yang dimiliki oleh perorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha untuk memasarkan barang dan/ atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba.

Read more

Membuat Kontrak Bahasa Inggris? Apakah Tetap Sah di Hukum Indonesia?

Tidak menutup kemungkinan bisnis Anda bisa berkembang hingga ke pasar internasional, atau mungkin saja bisnis Anda mendapatkan investor asing. Ini adalah salah satu pencapaian yang diinginkan oleh banyak pengusaha Indonesia, baik melakukan kerja sama bisnis dengan pihak asing untuk ekspansi di luar negeri atau atau mendapat pendanaan dari investor. Tentunya transaksi ini akan melibatkan pihak asing sehingga proses negosiasi dan kontrak yang dibuat pun akan dibuat dalam bahasa Inggris sebagai bahasa internasional yang diakui. Namun, bagaimana dengan ketentuan dan keabsahan kontrak bahasa Inggris menurut hukum Indonesia? Di artikel ini, LIBERA akan menjelaskan beberapa fakta terkait kontrak bahasa Inggris.

Read more