BisnisKontrak

Manfaat & Komponen Penting yang Harus Ada Dalam Surat Perjanjian Utang

Manfaat & Komponen Penting yang Harus Ada Dalam Surat Perjanjian Utang

Ketika Anda memiliki rencana untuk mengembangkan bisnis, modal menjadi pondasi penting yang harus Anda pikirkan. Hal ini tidak hanya berlaku bagi bisnis kecil dan menengah, bisnis besar pun tetap membutuhkan modal ketika ingin memperluas bisnisnya.

Faktanya, banyak pengusaha yang mengabaikan masalah permodalan dan hanya fokus pada produk dan pelayanan terbaik. Padahal, survei yang dilakukan di UCLA, NYU, dan Texas University menemukan bahwa bisnis yang menerima pinjaman modal dapat mempertahankan kelangsungan bisnisnya hingga 50%. Dan sebaliknya, bisnis yang tidak mengajukan pinjaman memiliki tingkat kegagalan bisnis hingga 70%.

Karena itulah, modal menjadi hal penting yang harus Anda pikirkan untuk rencana perkembangan bisnis. Namun, ketika ingin mengajukan pinjaman modal usaha, banyak juga perusahaan atau pengusaha yang mengabaikan pentingnya surat perjanjian utang atau pinjaman. Jika perusahaan meminjam uang dari intitusi keuangan seperti bank, umumnya perjanjian utang sudah disediakan oleh bank dan perusahaan cukup menandatanganinya. Namun, jika perusahaan memperoleh pinjaman dari pihak lain, misalnya seorang teman, Anda perlu membuat surat perjanjian utang untuk memperjelas hak dan kewajiban masing-masing pihak.

Jika hal ini diabaikan, bisnis Anda justru bukan berkembang, melainkan berpotensi mengalami kerugian yang cukup besar, ditambah banyaknya waktu yang tersita untuk menyelesaikan perselisihan dengan kreditor karena hubungan yang tidak berjalan dengan baik. Jadi, sebelum melakukan kesepakatan pinjaman modal, cobalah perhatikan isi dari surat perjanjian utang tersebut. Di bawah ini, Libera akan menjelaskan beberapa komponen penting yang harus ada dalam surat perjanjian utang-piutang, dan apa manfaatnya bagi bisnis Anda.

 

Jenis Perjanjian Utang-Piutang

Ketika Anda ingin mengajukan pinjaman atau memberi pinjaman, Anda harus memahami bahwa terdapat dua jenis perjanjian utang piutang, yaitu perjanjian dengan jaminan khusus dan perjanjian dengan jaminan umum. Apa perbedaan keduanya? Dan apa saja yang harus Anda perhatikan?

a. Surat Perjanjian Utang dengan Jaminan Khusus

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer) membedakan jaminan menjadi jaminan umum dan jaminan khusus. Jaminan khusus yang dimaksud adalah adanya benda yang secara khusus dijaminkan melalui 4 cara, yaitu:

  • Gadai
  • Fidusia
  • Hak Tanggungan
  • Hipotek Kapal

Dari keempat jenis di atas, Anda dapat memilih jenisnya tergantung dengan benda yang dijadikan jaminan. Misalnya untuk benda bergerak dan jaminan berada di tangan kreditor selama utang belum dilunasi, maka menggunakan gadai. Namun jika benda yang dijadikan sebagai jaminan adalah benda tidak bergerak seperti tanah, maka menggunakan hak tanggungan dan perjanjian jaminan tersebut dibuat secara terpisah dengan menggunakan akta notaril. Jika perusahaan Anda sebagai debitur tidak dapat melunasi utang tersebut sesuai tenggat waktu yang sudah diberikan, maka pemberi pinjaman (kreditor) berhak untuk mengeksekusi jaminan tersebut sebagai bentuk pelunasan utang debitur.

b. Surat Perjanjian Utang dengan Jaminan Umum

Berdasarkan Pasal 1131 KUHPer, seluruh benda pihak yang berutang (debitur), baik benda bergerak maupun tidak bergerak, benda yang sudah ada sekarang maupun benda yang akan diperoleh di kemudian hari merupakan jaminan atas perjanjian yang dibuat debitur. Artinya, meskipun tidak disebutkan secara khusus mengenai jenis jaminan kebendaan, harta benda debitur secara keseluruhan otomatis dianggap sebagai jaminan secara umum. Namun, kreditor tidak berhak untuk langsung mengeksekusi jaminan umum tersebut apabila debitur tidak melunasi utangnya sebagaimana yang telah disepakati.

 

Komponen Penting yang Harus Ada Dalam Surat Perjanjian Utang

Sebelum Anda membuat atau menandatangani surat perjanjian utang piutang ada beberapa komponen yang harus Anda perhatikan dengan baik. Di bawah ini adalah beberapa komponennya:

  1. Tujuan. Ketika perusahaan memutuskan untuk mengajukan pinjaman, harus ada tujuan yang jelas mengenai penggunaan uang tersebut. Misalnya uang pinjaman itu akan digunakan untuk pengembangan produk atau untuk ekspansi perusahaan. Hal ini dicantumkan untuk menghindari adanya penyalahgunaan uang pinjaman oleh debitur.
  2. Syarat Pendahuluan. Untuk perjanjian utang tertentu terutama yang nominalnya besar, kreditor biasanya akan mencantumkan syarat pendahuluan yang harus dipenuhi oleh debitur sebelum uang pinjaman diberikan. Misalnya, perusahaan harus memiliki seluruh perizinan yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan usahanya.
  3. Nominal dan Tanggal Jatuh Tempo. Bagian ini mencantumkan nominal utang yang diberikan dan tanggal jatuh tempo kapan utang ini wajib dilunasi oleh debitur. Apakah secara bertahap, atau seluruhnya pada saat jatuh tempo.
  4. Bunga. Dalam setiap perjanjian utang umumnya terdapat bunga yang harus dibayarkan oleh debitur. Namun, besaran bunga ini dapat disepakati oleh para pihak.
  5. Denda. Dalam membuat perjanjian, risiko-risiko yang mungkin terjadi di kemudian hari perlu diminimalisir dengan cara yang tepat. Risiko yang paling umum ada dalam utang piutang adalah keterlambatan pembayaran dari debitur. Jika hal ini terjadi, maka kreditor dapat mengalami kerugian. Oleh karena itu, ketentuan mengenai denda perlu diatur agar debitur juga lebih bertanggung jawab dalam memenuhi kewajibannya.
  6. Penyelesaian Perselisihan. Pasal ini merupakan ketentuan yang pasti ada di hampir seluruh jenis perjanjian. Fungsinya adalah untuk menghindari timbulnya perselisihan yang berlarut-larut sehingga sebaiknya dibuat kesepakatan dari awal mengenai bagaimana perselisihan diselesaikan.

 

Pentingnya Surat Perjanjian Utang

Dalam segala kegiatan bisnis, surat perjanjian menjadi hal penting yang diperlukan namun sering diabaikan, termasuk ketika Anda melakukan pinjaman modal atau memberikan pinjaman kepada pihak lain. Terlebih jika para pihak saling mengenal baik, biasanya para pihak sudah saling percaya satu sama lain dan tidak membuat perjanjian utang. Di bawah ini Libera akan menjabarkan beberapa manfaat surat perjanjian utang piutang yang harus Anda pahami.

a. Kejelasan atas Transaksi

Surat perjanjian utang berisi kesepakatan yang telah disetujui kedua belah pihak yang terlibat utang piutang. Di mana, didalamnya mencakup besaran utang yang diberikan, kapan utang diterima, dan kapan utang harus dikembalikan. Ketiga hal ini penting dicantumkan dengan jelas dalam surat perjanjian utang. Agar perjanjian tersebut sah dan dapat dilaksanakan, Anda juga harus memperhatikan syarat sah perjanjian yang diatur dalam KUHPer.

c. Menghindari Perselisihan Di Kemudian Hari

Adanya surat perjanjian utang dapat meminimalisir perselisihan di kemudian hari karena terdapat kejelasan mengenai hak dan kewajiban masing-masing pihak. Sehingga salah satu pihak tidak bisa seenaknya memulai perselisihan padahal tidak ada ketentuan yang dilanggar oleh pihak lainnya. Selain itu, apabila perselisihan tetap terjadi dan tidak dapat dihindari, dalam surat perjanjian utang dapat diatur mengenai tata cara penyelesaian perselisihan agar perselisihan tidak terjadi berlarut-larut.

 

Baca Juga: Cara Menyelesaikan Perselisihan atau Sengketa Secara Hukum

 

d. Mengurangi Risiko yang Mungkin Terjadi

Dalam setiap transaksi, risiko akan selalu ada mulai dari yang berdampak besar hingga risiko yang minor. Namun, seluruh risiko itu dapat diminimalisir dengan adanya ketentuan jelas yang mengatur tentang hal-hal yang mungkin terjadi di kemudian hari. Risiko paling besar dalam surat perjanjian utang adalah debitur terlambat membayar atau mungkin debitur tidak mampu melunasi utang.

Hal inilah yang dapat diminimalisir, misalnya dengan dibuat aturan mengenai denda dan para pihak juga dapat membuat perjanjian jaminan yang terpisah di mana debitur memberikan jaminan kebendaan kepada kreditor sehingga kreditor dapat mengeksekusi benda tersebut apabila debitur tidak mampu dan tidak ada iktikad baik untuk melunasi utang.

 

Itulah beberapa hal penting yang harus Anda ketahui dan perhatikan ketika ingin membuat kesepakatan dan perjanjian utang piutang. Hal di atas tidak hanya berlaku bagi Anda yang ingin melakukan pinjaman utang, tapi juga dapat Anda praktekan ketika ingin memberikan piutang. Seperti yang telah dijelaskan di atas, membuat surat perjanjian utang piutang bukanlah hal mudah dan bisa diremehkan. Karena, jika salah dan tidak teliti membuatnya, Anda dapat mengalami kerugian yang cukup besar. Apalagi jika perjanjian tersebut membutuhkan jaminan aset perusahaan.

Karena itulah Libera hadir untuk membantu Anda membuat segala surat perjanjian bisnis, salah satunya surat perjanjian utang piutang. Dengan Libera.id, Anda dapat melakukan konsultasi secara GRATIS sebelum membuat surat perjanjian, sehingga Libera dapat membantu Anda membuat perjanjian sesuai dengan kebutuhan Anda maupun bisnis. Jadi tunggu apalagi? Buat perjanjian bisnis Anda sekarang juga di Libera.id.

 

Libera Ads Landscape small v1

Related Posts

Perjanjian Pemegang Saham Sebagai Perlindungan Bisnis Bagi Pemilik Saham

Pemegang saham atau shareholder merupakan seseorang atau badan hukum yang bertindak sebagai pemodal pada suatu perseroan terbatas (PT) sehingga memiliki saham pada PT tersebut. Dengan memiliki saham pada suatu PT, maka pemegang saham dapat dianggap sebagai pemilik dari PT tersebut. Menurut Pasal 7 ayat (1) UU No. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT), jumlah pemegang saham dalam PT dibatasi paling sedikit sebanyak 2 orang, sedangkan jumlah maksimum pemegang saham tidak dibatasi berdasarkan UU PT.

Read more

6 Persiapan yang Harus Dilakukan Sebelum Melakukan Fundraising

Dikutip dari Tech in Asia, diketahui bahwa hingga akhir tahun 2018, startup dengan valuasi terbesar di Indonesia telah berhasil mendapat pendanaan dengan jumlah hampir setara dengan unicorn asal Singapura, yakni sebesar US$20 Miliar atau sekitar Rp280 triliun. Pendanaan tersebut didapatkan dari keempat unicorn asal Indonesia yang meliputi GO-JEK, Tokopedia, BukaLapak, dan Traveloka. Menurut Catcha Group, kondisi ini membuat jumlah pendanaan seri C di Singapura mulai menurun selama beberapa tahun terakhir, sementara di Indonesia makin meningkat.

Read more