Kontrak

Kontrak Lisan & Tidak Dibuat Secara Tertulis, Apakah Tetap Legal?

Kontrak Lisan & Tidak Dibuat Secara Tertulis, Apakah Tetap Legal?

Pernahkah Anda mendengar kontrak secara lisan? Mungkin masyarakat Indonesia masih belum mengenal istilah kontrak lisan. Di mana, selama ini, setiap perjanjian umumnya dibuat secara tertulis dan ditandatangani kedua belah pihak. Namun tahukah Anda? Ternyata selain dalam bentuk tulisan, kontrak juga dapat dianggap sah meski hanya diucapkan secara lisan. Bagaimana hukumnya? Di bawah ini, Libera.id akan menjelaskan lebih detail mengenai kontrak lisan.

Pengertian Kontrak Lisan

Kontrak lisan merupakan sebuah perjanjian yang telah disetujui kedua belah pihak secara lisan. Berbeda dengan kontrak tertulis, kontrak lisan tidak menjelaskan secara detail mengenai ketentuan dan hal-hal yang telah disetujui dalam sebuah dokumen. Namun, selayaknya kontrak tertulis, kontrak lisan tetap dianggap sah di mata hukum.

Sebenarnya, kita sering sekali menemui kontrak lisan di kehidupan kita. Misalnya saja, ketika Anda menjual barang kepada konsumen, itu sama halnya dengan Anda telah terikat dalam perjanjian jual-beli dengan konsumen yang membeli barang Anda, meskipun tanpa adanya perjanjian tertulis. Atau mungkin saja, Anda telah memberikan pinjaman tunai ke teman dekat Anda, secara tidak sadar Anda telah terikat dengan perjanjian utang. Di mana, Anda sebagai kreditor dan teman Anda sebagai debitur. Meskipun tanpa perjanjian tertulis, Anda tetap berhak mendapatkan pembayaran utang dari teman Anda.

 

Kontrak Lisan Harus Memenuhi Syarat

Sama dengan kontrak tertulis, kontrak lisan dinyatakan sah ketika telah memenuhi syarat pembuatan kontrak. Syarat pembuatan kontrak telah diatur dalam Pasal 1320 KUHPerdata yang menyatakan bahwa, perjanjian dianggap sah dan mengikat para pihak jika memenuhi 4 (empat) syarat yaitu:

  1. Sepakatnya kedua belah pihak untuk mengikat diri dalam perjanjian.
  2. Kecakapan untuk membuat suatu perjanjian.
  3. Terdapat suatu hal tertentu di dalam kontrak.
  4. Terdapat suatu sebab yang halal, yaitu tidak melanggar hukum yang berlaku.

 

Kontrak Lisan Menurut KUHPerdata

Pada umumnya kontrak lisan dianggap sah selayaknya kontrak tertulis. Pasal 1320 KUHPerdata sama sekali tidak mengatur dan mewajibkan suatu kontrak atau perjanjian dibuat secara tertulis, sehingga perjanjian lisan juga mengikat secara hukum. Namun, tidak semua perjanjian dapat dilakukan secara lisan. Terdapat beberapa perjanjian yang harus dibuat secara tertulis dan tidak dapat dianggap sah jika tidak dibuat secara tertulis. Salah satu perjanjian yang harus dibuat secara tertulis menurut Pasal 1682 KUHPerdata adalah perjanjian hibah.

 

Alat Bukti yang Sah Ketika Terjadi Perselisihan

Berdasarkan hukum acara perdata yang berlaku di Indonesia, terdapat 5 (lima) alat bukti yang diatur dalam Pasal 1866 KUHPerdata dan Pasal 164 H.I.R, yaitu bukti tulisan, bukti dengan saksi, persangkaan, pengakuan, dan sumpah. Sehingga jika terjadi perselisihan dalam suatu perjanjian, Anda dapat menggunakan perjanjian tersebut sebagai bukti yang sah dalam pengadilan. Misalnya ketika Anda menjual barang kepada konsumen, Anda dapat menggunakan purchase order, invoice, maupun resi pembayaran sebagai alat bukti bahwa telah terjadi transaksi jual-beli antara Anda dan konsumen. Selain itu, Anda juga dapat memperkuat posisi Anda di pengadilan dengan mengajukan alat bukti lainnya. Salah satu alat bukti yang dapat Anda gunakan adalah dengan menghadirkan saksi. Karena dibutuhkan paling sedikit 2 alat bukti yang sah berdasarkan hukum acara perdata di Indonesia.

 

Itulah beberapa penjelasan mengenai kontrak lisan yang harus Anda ketahui. Meski kontrak dapat dibuat secara lisan, ada baiknya Anda membuat kontrak tertulis. Di mana, dengan perjanjian tertulis, Anda dapat menjelaskan secara detail mengenai hal-hal yang disepakati kedua belah pihak dan juga memberi kepastian hukum sebagai alat bukti di pengadilan, jika suatu hari terjadi perselisihan antara para pihak. Jika perselisihan diselesaikan melalui lembaga peradilan, bukti tertulis merupakan alat bukti yang penting dan paling kuat, sehingga ada baiknya jika Anda membuat perjanjian secara tertulis dalam melakukan transaksi bisnis.

Libera.id, startup hukum yang bisa menjadi solusi bagi Anda yang ingin membuat kontrak l sesuai dengan kebutuhan dan hukum yang berlaku. Libera juga dapat memberikan Anda konsultasi gratis dan memberikan solusi dari masalah hukum bisnis Anda. Jadi tunggu apalagi? Konsultasikan masalah hukum bisnis Anda dan buat kontrak bisnis Anda sekarang juga di Libera.id.

Related Posts

Lindungi Rahasia Bisnis Anda dengan Pasal Kerahasiaan dalam Perjanjian Kerja

Saat memulai hubungan kerja antara perusahaan dengan karyawan, perjanjian kerja merupakan dokumen yang menjadi dasar untuk mengatur hubungan kerja tersebut. Di mana, kontrak kerja atau perjanjian kerja ini berfungsi untuk melindungi para pihak, baik perusahaan maupun karyawan itu sendiri karena hak dan kewajiban masing-masing pihak tertulis jelas beserta hal-hal yang dapat mengakhiri hubungan kerja. Namun tahukah Anda? Selain perjanjian kerja, terdapat perjanjian penting lain yang harus diperhatikan ketika Anda ingin merekrut karyawan baru, yaitu Perjanjian Kerahasiaan atau Confidentiality Agreement.

Read more

6 Tips Membangun & Cara Membuat Surat Perjanjian Bisnis Keluarga

Sebagian orang mungkin akan memilih memulai bisnis baru sendiri atau bersama teman dibanding dengan keluarga. Banyak yang menganggap bisnis bersama keluarga justru bisa menimbulkan masalah di kemudian hari. Biasanya hal ini terjadi karena sulitnya memisahkan masalah bisnis dan keluarga yang berakibat pada kegagalan bisnis atau bahkan hubungan keluarga menjadi tidak baik.

Read more