Startup

Pentingnya Membuat Term Sheet Sebelum Menerima Investasi Bisnis

Mencari investor untuk mendapatkan funding bukan lagi hal asing di dunia startup. Dalam membangun startup, pendanaan menjadi hal penting yang menentukan kelancaran operasional bisnis. Dengan adanya funding inilah, perusahaan bisa menjalankan kegiatan operasional dan mendanai kegiatan bisnis mulai dari pembayaran gaji, pembelian perlengkapan, hingga penyewaan kantor. Umumnya, sumber funding untuk startup berasal dari Venture Capital atau Angel investor. Dalam proses inilah biasanya investor akan memberikan syarat dan kesepakatan untuk mempermudah kelancaran proses investasi. Bentuk syarat dan kesepakatan itulah yang akan dimuat dalam term sheet  sebagai perjanjian yang tidak mengikat antara kedua belah pihak, yaitu antara founders startup dan investor. Lalu apa itu sebenarnya term sheet?.

Apa itu Term Sheet?

Term Sheet merupakan dokumen kesepakatan yang berisi poin-poin penting seperti valuasi, dividen, dan hak voting. Sederhananya, term sheet adalah penjelasan tentang apa yang startup akan berikan dan apa yang startup akan dapatkan dari investor.

Term sheet bukanlah kontrak, namun kesepakatan tentang maksud dan tujuan investasi kedua belah pihak. Bentuk term sheet sendiri tergantung dari bentuk investasi yang akan dilakukan berdasarkan model obligasi konversi atau ekuitas. 

Karena bukan sebagai kontrak, term sheet ini tidak mengikat pihak-pihak yang terkait didalamnya, namun term sheet bisa menjadi landasan bagi Anda untuk melakukan negosiasi kontrak investasi. 

Namun, menurut data dari YCombinator (2019), rata-rata Founder startup tidak mengetahui bentuk term sheet yang baik karena tidak pernah melihat sebelumnya. Hal inilah yang sering membuat founder berada di posisi yang tidak menguntungkan karena Venture Capital dan Angel investor pastinya lebih familiar dan tahu apa yang mereka inginkan.

Poin Penting yang Perlu Diperhatikan dalam Term Sheet

Karena tidak mengikat seperti kontrak atau perjanjian, term sheet berfungsi sebagai acuan untuk kontrak yang sebenarnya dan jika ada syarat atau kondisi yang kurang sesuai, baik untuk Founder maupun investor, maka kedua belah pihak dapat melakukan negosiasi sebelum perjanjian kontrak sebenarnya dibuat.

Agar tidak ada kesalahan dalam pembuatan term sheet, berikut beberapa poin penting yang harus diperhatikan dalam pembuatan nya.

1. Pre Money Valuation

Pre Money Valuation adalah valuasi nilai startup sebelum investasi masuk ke dalam sebuah perusahaan. Pre Money Valuation digunakan untuk menentukan berapa persen saham yang investor akan dapatkan setelah melakukan investasi.

2. Board Structure dan Hak Voting

Board Structure merupakan struktur hierarki pada startup yang memiliki hak khusus dalam mengatur perizinan dan mengontrol hal penting pada perusahaan startup tersebut. Investor yang memiliki banyak kuasa atas startup dapat membatasi Founder melakukan perubahan. Tidak menutup kemungkinan di masa yang akan datang, founder dapat dikeluarkan atau digantikan berdasarkan voting yang dilakukan oleh Board Structure.

Oleh karena itu founder harus bisa membatasi Board Structure dan hak voting yang dimiliki investor agar perusahaan dapat berjalan dengan kebebasan yang dimiliki founder dan tetap seimbang dalam pengawasan oleh investor.

3. Vesting

Vesting adalah proses mendapatkan hak kepemilikan saham dari startup tersebut. Biasanya, investor akan memberikan Vesting kepada para founder untuk mengikat dan tetap menjalankan startup sesuai waktu yang ditentukan. Artinya, founder tidak akan bisa keluar dan menjual saham yang dimilikinya jika masih dalam periode Vesting.

Langkah Menentukan Isi Dalam Term Sheet

Term sheet merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan ketika proses pendanaan, sehingga disarankan untuk founder menyewa ahli hukum profesional yang berpengalaman dalam hal tersebut dan menggali informasi maupun saran kepada founder-founder lain yang telah melakukan Term Sheet.

Berikut beberapa langkah yang perlu Anda lakukan untuk menentukan isi di dalam term sheet.

1. Tentukan Tujuan Permodalan

Sebelum mencari pendanaan, Anda sebagai pelaku bisnis atau pemilik startup perlu  mengkaji terlebih dahulu tujuan penggunaan modal tersebut. Tujuan modal biasanya dibagi menjadi dua bagian, yaitu tujuan investasi jangka menengah atau panjang, dan sebagai modal kerja yang biasanya relatif berjangka pendek. Misalnya tujuan investasi digunakan untuk membangun fasilitas produksi.

Jika Anda mengetahui apa tujuan investasi, Anda perlu memperhatikan hal-hal penting untuk mencapai tujuan investasi tersebut, seperti berapa lama investasi akan memberikan pengembalian, apakah modal dipinjam atau ditukar ekuitas, dan bagaimana aturan repatriasi. Sedangkan modal kerja biasanya berjangka pendek dengan mekanisme bagi hasil atau beban bunga, tanpa mengharuskan investor ikut dalam komposisi saham.

2. Menentukan Valuasi Bisnis

Valuasi adalah nilai ekonomi dari sebuah perusahaan atau bisnis yang bisa ditentukan dengan beberapa cara, yaitu:

  • Valuasi bisnis berdasarkan aset: Metode ini biasanya digunakan untuk penilaian real estate. Ketika menggunakan metode ini, maka akan ada perubahan tergantung pada alasan operasional, namun perkiraan ini juga mengutamakan nilai aset terkait bisnis.
  • Valuasi berdasarkan pendataan penjualan:  Dinilai berdasarkan besarnya revenue atau pendapatan yang dihasilkan. Dengan kata lain, investor melihat berapa banyak pendapatan yang dihasilkan selama periode tertentu.
  • Valuasi berdasarkan tren pasar dan kesempatan berkembang: Valuasi yang mengutamakan apa yang bisa didapatkan founder dan investor yang ingin mengembangkan usaha agar cepat berkembang. Biasanya metode ini digunakan sebagai penilaian bagi perusahaan yang akan melakukan akuisisi atau merger.

Baca Juga: 5 Langkah Jitu Mendapatkan Investor bagi Bisnis Anda

3. Merumuskan Business Plan dan menghitung ROI investasi

Business plan menjadi kunci awal yang harus Anda masukkan di dalam terms sheet. Setelah Anda  mengetahui berapa nilai investasi yang dibutuhkan, hitung estimasi tingkat pengembalian dan laba atas investasi yang dikenal dengan istilah return on investment (ROI). ROI adalah laba atas investasi yang dapat dihitung menggunakan distribusi laba atas investasi.

Dalam menjalankan bisnis, pelaku usaha harus memerhatikan berapa banyak modal yang harus diinvestasikan untuk mencapai tujuan penjualan, berapa margin yang  akan digunakan untuk mengembangkan usaha, dan sebagainya

4. Menentukan Jangka Waktu Perjanjian bersama Investor

Jangka waktu yang dimaksud adalah ukuran durasi kontrak dalam skala yang mengikat kedua belah pihak, yaitu antara investor dan founders untuk menyampaikan butir-butir kontrak kerjasama. Waktu menjadi unsur penting dan tidak dapat dipisahkan dari perjanjian kerjasama karena menjadi bagian penting dari pengesahan dari mana mata rantai kerjasama dimulai.

5. Merumuskan imbal kerjasama baik dalam bentuk material dan non material

Term sheet juga perlu menjelaskan tentang imbal balik kerjasama antara kedua belah pihak yang dapat bersifat material dan non material. Imbal material bersifat tangible (dapat diukur) seperti memperoleh saham dan bergabung dalam struktur kepemilikan, menambah modal investasi bersama dengan hasil investasi dan lain-lain. Sedangkan, nom material merupakan sesuatu yang tidak dapat diukur, misalnya networking, keahlian investor dan lain-lain.

6. Menentukan Keuntungan Kedua Belah Pihak

Term sheet juga perlu menjelaskan ketentuan umum usaha yang bisa melindungi kedua belah pihak dari potensi kerugian dan perselisihan kerjasama. Kemudian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menghindari potensi kerugian di kemudian hari, seperti pendaftaran merek, permohonan hak paten dan hak cipta.

Itulah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam pembuatan term sheet. Dengan term sheet yang tepat, maka proses pencarian dana untuk mengembangkan bisnis jadi lebih aman. Untuk membuat term sheet, pastikan Anda melibatkan ahli hukum sebagai pihak yang membantu Anda mengurangi risiko yang mungkin terjadi dalam proses investasi.

Anda bisa memanfaatkan LIBERA.id sebagai layanan hukum bisnis yang dapat membantu Anda membuat term sheet hingga perjanjian investasi nantinya. LIBERA dilengkapi dengan tim hukum profesional yang akan membantu Anda melakukan pengecekan terhadap risiko bisnis, sehingga dapat mengurangi sengketa atau risiko di masa depan.

Related Posts

Mengenal Konsep Bisnis Cloud Kitchen & Cara Mendirikannya

Bisnis kuliner saat ini sedang digandrungi banyak pelaku usaha. Hal ini terbukti dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Juni 2022, terdapat sebanyak 11.223 usaha kuliner yang tersebar di seluruh Indonesia pada tahun 2020. Dari data tersebut terdapat sebanyak 71.65% bisnis berupa restoran atau rumah makan, 2,40% berupa katering, dan 25,95% masuk dalam kategori bisnis kuliner lainnya.

Read more

UMKM Go Digital, Bagaimana Cara Tepat Menerapkannya?

Hampir semua bisnis, baik bisnis kecil maupun besar sudah memanfaatkan teknologi. Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan perusahaan dengan memanfaatkan teknologi. Mulai dari mempermudah promosi dan pemasaran, menghemat waktu dan biaya, bisnis bisa lebih produktif, meningkatkan pelayanan, dan masih banyak lagi. Banyaknya manfaat inilah yang membuat pemerintah Indonesia membuat program UMKM go digital.

Read more