StartupTeknologi

Mengenal Tren & Cara Kerja Affiliate Marketing yang Banyak Diminati Masyarakat

Affiliate marketing menjadi salah satu strategi marketing yang sering dimanfaatkan oleh perusahaan atau bisnis untuk meningkatkan penjualan produk. Affiliate marketing berasal dari kata afiliasi sendiri bisa digambarkan sebagai jenis hubungan di mana setidaknya terdapat 2 perusahaan yang berbeda menjadi anak perusahaan dari perusahaan induk yang lebih besar di industri sama. Selain menjadi istilah dalam hubungan sebuah bisnis atau perusahaan, afiliasi juga  dapat ditemui dalam pemasaran.

Pemasaran afiliasi adalah ketika satu perusahaan menjadi berafiliasi dengan yang lain untuk menjual produk sehingga mendapatkan komisi. Tak hanya dilakukan oleh antar perusahaan, affiliate marketing juga bisa  melibatkan orang-orang yang berpengaruh di media sosial seperti influencer atau content creator yang telah tergabung dalam pemasaran afiliasi untuk meningkatkan traffic toko online sekaligus menjual produk atau layanan secara online.

Baca Juga: Mengenal Pentingnya Influencer Marketing Sebagai Strategi Bisnis 4.0

Karena banyak diminati oleh perusahaan, saat ini juga sudah banyak e-commerce yang memiliki program affiliate marketing untuk konsumennya. Dengan begitu, bukan hanya influencer saja yang bisa bergabung pada program afiliasi, namun audiens biasa pun bisa bergabung didalamnya.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah beberapa manfaat affiliate marketing bagi bisnis dan cara kerja strategi afiliasi ini di dalam pemasaran.

Mengenal Affiliate Marketing dalam Bisnis

Affiliate marketing merupakan strategi pemasaran di mana perusahaan memberi kompensasi kepada pihak ketiga yang berhasil menjual produk atau layanan perusahaan. Pihak ketiga inilah yang disebut affiliate marketer. Ketika berhasil menjual produk, maka affiliate marketer ini berhak mendapatkan komisi atau insentif dari perusahaan.

Baca Juga: Aspek Hukum e-Commerce & Jual Beli Online yang Harus Anda Ketahui 

Di Indonesia sendiri, program affiliate marketing sudah banyak ditemukan, khususnya di e-commerce seperti Shopee Affiliate dan Tokopedia Affiliate. Cara kerjanya pun cukup mudah, affiliate marketer hanya perlu mempromosikan produk dengan berbagi link belanja ke media sosial atau media lainnya. Jika ada seseorang yang belanja menggunakan link tersebut, maka affiliate marketer akan mendapatkan komisi atau insentif. 

Cara Kerja Affiliate Marketing

Perusahaan yang menjalankan program afiliasi marketing dapat melacak link atau tautan mana yang menghasilkan prospek dan melalui analitik internal. Selain itu, perusahaan juga dapat melihat berapa banyak yang dikonversi menjadi penjualan.

Penjual e-commerce yang ingin menjangkau pembeli lebih luas lagi dapat menggunakan sistem afiliasi ini. Affiliate marketer biasanya adalah pemilik situs web, semakin banyak situs web atau mailing list yang dimiliki afiliasi, maka semakin luas jaringannya.

Baca Juga: Pentingnya Bukti Transaksi dan Kontrak Elektronik pada Bisnis e-commerce 

Namun, bukan hanya pemilik web saja yang bisa bergabung ke dalam affiliate marketing, saat ini affiliate marketing bisa dilakukan siapa saja dan melalui media apa saja, mulai dari Instagram, Whatsapp, Facebook, atau lainnya.

Setelah memiliki link atau tautan yang akan dibagikan, affiliate marketer kemudian mempromosikan produk tersebut ke media yang mereka inginkan.

Pentingnya Memiliki Perjanjian Program Afiliasi

Program affiliate marketing ini bukan hanya berdampak baik bagi pelaku usaha, namun juga melahirkan tren dan profesi baru di dunia digital. Pasalnya, tren affiliate marketing ini mulai banyak diminati masyarakat untuk menghasilkan pendapatan tambahan yang minim risiko. Semua orang sekarang bisa menjadi affiliate marketing hanya bermodalkan media sosial.

Baca Juga: Peraturan e-Commerce Disahkan, Apa Anda Termasuk Pihak yang Wajib Mengikuti Peraturan Ini? 

Oleh karena itu, sebagai pelaku usaha, khususnya ecommerce tentu perlu membuat perjanjian program afiliasi yang dapat melindungi bisnis dari risiko di kemudian hari. Dalam perjanjian tersebut, setidaknya Anda harus membuat klausul mengenai syarat dan ketentuan program afiliasi yang berisi berbagai hal penting seperti:

  • Penjelasan mengenai program afiliasi
  • Masa berlaku dan pengakhiran program afiliasi
  • Hak dan kewajiban
  • Imbal hasil yang dapat diterima
  • Kerahasian data dan informasi

Baca Juga: Terjadi Sengketa dalam Bisnis e-Commerce? Selesaikan Sesuai PP No.80/2019! 

Bagi Anda yang masih bingung dan tidak yakin dalam menyusun perjanjian program afiliasi atau perjanjian bisnis lainnya, Anda bisa memercayakan semuanya kepada layanan hukum tepercaya dari Libera.

Dengan Libera, Anda tidak perlu khawatir dalam menyusun segala macam perjanjian bisnis, terutama bisnis ecommerce, karena semuanya dikerjakan oleh tim profesional dan tentunya telah sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada.

Untuk itu jangan ragu untuk memanfaatkan layanan hukum tepercaya dari Libera.id sekarang dan dapatkan kemudahan dalam menyusun segala jenis perjanjian bisnis Anda.

Related Posts

Do & Dont: 5 Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Hubungan Kerjasama Bisnis

Ketika bisnis kecil Anda mulai berkembang, menjalankan bisnis seorang diri menjadi hal yang sulit. Kondisi inilah yang membuat Anda membutuhkan kerjasama bisnis atau kemitraan bisnis. Business partnership merupakan hubungan hukum yang dibentuk oleh kesepakatan antara dua orang atau lebih untuk menjalankan bisnis sebagai pemilik bersama.

Read more

Kapan Legalitas Perusahaan Perlu Diurus? Cek 5 Keuntungannya di sini!

Membuat dan memulai bisnis di Indonesia berarti Anda harus taat dan patuh terhadap aturan dan hukum yang berlaku, tanpa terkecuali. Salah satu bentuk ketaatan sebuah perusahaan pada hukum adalah dengan mengurus dokumen legalitas untuk bisnis yang dijalankan. Apa yang dimaksud dengan legalitas perusahaan? Legalitas perusahaan di sini berarti sebuah perusahaan harus mengurus dokumen hukum yang dibutuhkan terkait dengan kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan, terutama izin usaha.

Read more