Bisnis

Bingung Memilih Bidang Usaha? Inilah KBLI yang Sesuai Bagi Bisnis Startup

Bingung Memilih Bidang Usaha? Inilah KBLI yang Sesuai Bagi Bisnis Startup

Startup masih menjadi topik hangat yang dibicarakan di Indonesia terutama di kalangan millennial, karena startup identik dengan fleksibilitas kerja dan memberikan ruang bagi millennial untuk berpikir kreatif. Menurut data yang dipublikasikan oleh startupranking.com, hingga 2019 ini terhitung sudah ada 2.137 startup yang tercatat di Indonesia. Jumlah startup tersebut berhasil menempatkan Indonesia di posisi 5 besar dengan jumlah startup terbanyak di dunia dan berada di peringkat kedua dalam kategori negara di Asia dengan jumlah startup terbanyak setelah India.

Pertumbuhan startup yang semakin banyak tentunya mendorong pemerintah untuk mempermudah pendiri startup dalam mendirikan bisnisnya. Dalam rangka meningkatkan penilaian World Bank dalam Ease of Doing Business, pemerintah telah meresmikan Online Single Submission (OSS) sebagai sistem yang dibuat pemerintah untuk mempermudah pelaku bisnis untuk mengurus perizinan usahanya.

Perizinan usaha tersebut dimulai dari pendirian badan usaha seperti Perseroan Terbatas (PT), Persekutuan Komanditer (CV), Firma, Persekutuan Perdata, atau Perusahaan Perseorangan, kemudian dilanjutkan dengan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan izin usaha sesuai dengan bidang usaha yang dilakukan startup tersebut. Namun, yang sering menjadi pertanyaan, bidang usaha apa yang cocok untuk startup? Bagaimana cara memilih bidang usaha yang tepat? Di bawah ini Libera akan menjelaskannya.

 

Apa itu KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia)?

Banyaknya jenis kegiatan usaha membuat pemerintah mengelompokkan bidang usaha untuk menyeragamkan konsep, klasifikasi, dan definisi lapangan usaha. Klasifikasi usaha ini kemudian diterbitkan berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik No. 19 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik No. 95 Tahun 2015 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI 2017”). Bidang usaha yang terdapat dalam KBLI 2017 inilah yang menjadi acuan bagi pebisnis untuk menentukan jenis bidang usaha yang cocok untuk kegiatan bisnis yang dijalankan.

Bidang usaha yang diatur dalam KBLI 2017 sangat banyak dan beragam. Jenis bidang usaha ini biasa disebut sebagai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha (KBLI) yakni rujukan yang digunakan untuk mengklasifikasikan aktivitas ekonomi ke dalam beberapa bidang usaha yang dibedakan berdasarkan jenis kegiatan ekonomi yang menghasilkan produk; baik berupa barang maupun jasa.

 

Dasar Penyusunan KBLI

KBLI disusun oleh BPS (Badan Pusat Statistik) dengan merujuk pada International Standard Industrial Classification if All Economic Activities (ISIC) dengan jumlah 4 digit. Kemudian, disesuaikan dengan ASEAN Common Industrial Classification (ACIC) dan East Asia Manufacturing Statistics (EAMS) yang dikembangkan lebih rinci hingga 5 digit untuk kegiatan ekonomi khas Indonesia. Di mana, dua digit pertama KBLI menunjukkan golongan pokok bidang usaha, misalnya dua digit pertama adalah 46 yang menunjukan bahwa perusahaan tersebut merupakan perdagangan besar, dan 47 perdagangan eceran. Kemudian dirinci ke cabang-cabang usaha yang lebih spesifik.

Sejak diberlakukannya sistem OSS, pebisnis dapat memilih bidang usaha tanpa ada batasan maksimal. Artinya, pebisnis dapat memilih beberapa jenis KBLI untuk dicantumkan di dalam akta pendirian (jika bentuk usahanya adalah PT). KBLI inilah yang akan menjadi acuan bagi Anda untuk mengurus izin usaha apa yang wajib dipenuhi oleh startup Anda.

Namun, mengingat klasifikasi lapangan usaha terus mengalami pergeseran dan munculnya beberapa lapangan usaha baru yang mengakibatkan banyaknya kegiatan ekonomi belum ada klasifikasinya, maka Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan pembaruan terhadap jenis KBLI. Saat ini, lembaga Online Single Submission (OSS) menggunakan KBLI 2017 sebagai aturan terbaru yang mengatur tentang KBLI di Indonesia.

 

Pilihan KBLI untuk Startup Digital

Sebagai perusahaan rintisan yang masih mencari business model yang tepat dan menggunakan teknologi sebagai core business, startup mengalami kesulitan untuk mencari KBLI yang tepat karena kebanyakan KBLI tersebut ditujukan untuk bidang usaha yang lebih “tradisional”. Sebagai contoh, sekitar 2 tahun lalu, Gojek sempat diprotes dan diarahkan menjadi perusahaan yang bergerak di bidang transportasi. Padahal, Gojek tidak menyediakan transportasi apa pun, melainkan hanya menyediakan platform bagi masyarakat untuk memesan transportasi secara online. Dalam KBLI 2017, hal ini telah diakomodir karena di dalam KBLI 2017 telah ditambahkan KBLI yang mencakup platform berbasis digital, yakni:

 

a. KBLI 63122 (Portal Web dan/ atau Platform Digital dengan Tujuan Komersial)

KBLI ini mencakup:

  • Pengoperasian situs web dengan tujuan komersial yang menggunakan mesin pencari untuk menghasilkan dan memelihara database besar dari alamat dan isi internet dalam format yang mudah dicari;
  • Pengoperasian situs web yang bertindak sebagai portal ke internet;
  • Pengoperasian platform digital dan/ atau situs/ portal web yang melakukan transaksi elektronik berupa kegiatan usaha fasilitas dan/atau mediasi pemindahan kepemilikan barang dan/ atau jasa dan/ atau layanan lainnya melalui internet dan/ atau perangkat elektronik dan/ atau cara sistem elektronik lainnya yang dilakukan dengan tujuan komersial (profit) yang mencakup aktivitas pemesanan, dan/ atau pembayaran, dan/ atau pengiriman;
  • Situs/ portal web dan/ atau platform digital yang bertujuan komersial (profit) merupakan aplikasi yang digunakan untuk fasilitas dan/atau fasilitas layanan transaksi elektronik termasuk namun tidak terbatas pada marketplace, digital advertising, financial technology, dan on demand online services.

 

b. KBLI 63111 (Aktivitas Pengolahan Data)

Apabila selain menyediakan platform atau aplikasi ternyata startup Anda juga melakukan pengolahan data yang diberikan oleh pengguna, maka KBLI ini dapat Anda pilih untuk startup Anda. KBLI ini mencakup kegiatan pengolahan dan tabulasi semua jenis data, bisa meliputi keseluruhan tahap pengolahan dan penulisan laporan dari data yang disediakan pelanggan, atau hanya sebagian dari tahapan pengolahan, termasuk pembagian fasilitas mainframe ke klien dan penyediaan entri data dan kegiatan pengelolaan big data.

 

c. KBLI 62012 (Aktivitas Pengembangan Aplikasi Perdagangan melalui Internet atau e-Commerce)

Apabila startup yang Anda jalankan bergerak di bidang pembuatan dan pengembangan aplikasi e-commerce, maka KBLI dapat dijadikan pilihan. KBLI ini juga mencakup kegiatan konsultasi, analisis, dan pemrograman aplikasi untuk kegiatan perdagangan melalui internet.

 

d. KBLI 58200 (Penerbitan Piranti Lunak atau Software)

KBLI ini mencakup kegiatan usaha penerbitan perangkat lunak yang siap pakai (bukan atas dasar pesanan), seperti sistem operasi, aplikasi bisnis dan lainnya, dan video game untuk semua platform sistem operasi.

 

Tips Memilih Bidang Usaha yang Tepat

Pesatnya perkembangan kegiatan ekonomi di Indonesia membuat bidang usaha yang terdaftar di KBLI semakin beragam. Hal ini tentu dapat menyebabkan kebingungan pemilik usaha ketika ingin memilih dan menyusun kualifikasi bidang usaha pada KBLI. Jika Anda salah menentukan kode KBLI yang tepat untuk bisnis, Anda harus mengurus legalitas dan perizinan usaha dari awal.  Jadi, agar terhindar dari masalah tersebut, di bawah ini adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan ketika ingin memilih bidang usaha yang tepat.

  1. Luangkan waktu untuk memilih kode KBLI yang paling tepat. Anda dapat menemukan kode KBLI dengan lebih mudah melalui situs spkonline.bps.go.id/. Anda hanya perlu memasukan keyword kegiatan usaha yang startup Anda lakukan dan Anda akan menemukan banyak KBLI yang sejenis.
  2. Tentukan beberapa  KBLI yang sesuai, kemudian diskusikan hal tersebut pada pendiri startup lainnya atau kepada orang yang lebih memahami KBLI seperti notaris atau penyedia jasa hukum.
  3. Jadikan visi dan misi perusahaan sebagai kriteria utama dalam memilih KBLI. Kode yang dipilih tidak hanya harus menggambarkan bidang usaha yang dijalankan saat ini, tapi juga yang berkaitan dengan rencana ekspansi usaha. Hal ini penting agar perusahaan tidak perlu melakukan perubahan dokumen perizinan.

 

Kesimpulannya adalah ketika Anda tidak menemukan KBLI yang cocok dengan bisnis, Anda dapat memilih KBLI yang paling mendekati kecocokkan. Jadi, sebelum Anda mengurus legalitas bisnis seperti akta pendirian, izin usaha, dan NIB pastikan Anda telah memilih bidang usaha yang tepat sesuai KBLI. Namun, jika Anda masih ragu dan membutuhkan konsultasi lebih lanjut mengenai pemilihan kode KBLI, Anda dapat melakukan konsultasi gratis dengan tim profesional dari LIBERA.

Selain membantu Anda memberikan solusi pemilihan KBLI, LIBERA juga membantu Anda menyelesaikan seluruh permasalahan hukum bisnis mulai dari membuat kontrak atau perjanjian bisnis hingga membantu Anda mengenali risiko bisnis yang mungkin akan terjadi lewat pembuatan kontrak. Jadi tunggu apalagi? Lindungi seluruh kegiatan bisnis Anda di LIBERA.id.

Libera Ads Landscape small v1

Related Posts

Miliki 5 Kontrak Ini Jika Ingin Bisnis Anda Terlindungi oleh Hukum

Banyak pemilik bisnis, khususnya bisnis startup dan UMKM terjerat kasus hukum karena kurangnya pemahaman mengenai praktik hukum. Menjalankan bisnis berarti Anda juga harus memahami hukum yang berlaku didalamnya, termasuk jenis-jenis dokumen yang perlu Anda perhatikan agar bisnis terlindungi dari risiko perselisihan yang dapat timbul di kemudian hari. Hukum dalam bisnis berfungsi untuk membantu bisnis Anda agar berjalan dengan lancar, tertib, dan aman. Jadi, memahami dan menjalankan bisnis sesuai hukum yang berlaku menjadi hal wajib yang harus Anda lakukan ketika ingin memulai bisnis. Dengan begitu, Anda dapat menjalankan bisnis dengan lebih aman dan meminimalisir risiko kerugian. Salah satu proses hukum yang harus Anda lakukan dalam menjalankan bisnis adalah membuat kontrak bisnis.

Read more

When Company Regulation is Necessary & What to Include in Your Company Regulation

Company regulation, employee handbook, company operational procedures, or whatever terms you want to use, is basically a guideline to regulate the employment relationship between the company as an employer and the employee. Company regulation is made to ensure that company management is safe, organized, and fair. As an expert in employment sector from a US-based law firm, Nancy Cooper says, “company regulation can serve as a playbook and spell out the rules of the game for employees about what is expected of them.” The bigger your company gets, the more important to develop your company regulation in order to avoid potential conflict and to make your employees aware of your company’s expectation. Read more